Obrolan di Jam Makan Siang, Ssst… Bicarain Dana korupsi


Hal yang paling aku suka saat jam makan siang di kantor itu adalah bisa ngobrolin apapun bareng teman-teman. Mulai dari gosip artis yang lagi viral, makanan dan minuman kekinian, kejadian-kejadian lucu, yang menyeramkan, sampai hal-hal privasi milik manajemen yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan. 🤭

Sering juga rencana tidur siang jadi gagal gara-gara aku lebih memilih ngobrol bareng mereka. Seru aja, kantuk jadi hilang. Jadi gini, waktu itu, sempat topik yang dibahas adalah tentang pengalaman kerja dan magang. Ada salah satu teman yang ternyata punya pengalaman menjadi staf administrasi di sebuah sekolah negeri, bagian tata usaha gitu.

Nah, si temanku ini tuh tipikal muslimah yang taat agama gitu, kan. Jadi ngertilah dia mana yang dianggap haram dan halal. Tapi bukan soal mengerti atau enggak sih, lebih ke penerapannya harus bagaimana. Waktu itu dia tahu persis berapa dana yang digunakan secara real dari dana BOS (Bantuan Opersional Sekolah) yang ditransfer dari pusat. Karena memang semua invoice dan struk dikasih ke dia. Mungkin sudah rahasia umum juga kalau dana BOS itu selalu ada uang jatah di beberapa Pos. Sampai pihak sekolah juga ikut ambil jatah. 😔 Temanku sempat syok waktu disuruh merubah-rubah nilai pengeluaran di dalam laporan. Gimana ya, selain pusing mengarang alias memanipulasi data, dia juga kerja jadi berat hati, merasa tertekan.

“Di sekolah itu ya, Kak Fis,” ucapnya setelah menyelesaikan satu suapan, “Banyak banget sikut-sikutannya. Belum lagi kalau kita idealis. Ya, dimusuhin, lah”. Aku terkekeh mendengar celotehan temanku itu. “Makanya aku mending keluar, gak papa deh kerja macam kuli begini, dari pada kayak begitu,” gerutunya, kemudian melanjutkan makan.

Aku yang dari tadi menyimak sambil makan juga, cuma bisa mengangguk-angguk, sesekali cengengesan. Lucu, sih. Manusia itu memang selalu punya pilihan. Toh, kita tahu apa resikonya. Keduanya tidak ada yang enak. Keduanya sama-sama pahit. Di pekerjaan yang sekarang ia dituntut target, diburu waktu, apalagi kala lagi ada project, data yang di-follow up juga ikut membludak. Tapi buat dia, itu lebih baik dibandingkan mengerjakan sesuatu yang dia tahu itu salah. sesuatu yang dia pahami adalah sebuah dosa.

Kalau aku pernah punya pengalaman tidak enak saat wawancara HRD. Dulu, waktu di awal-awal cari kerja aku sempat melamar untuk jadi tim sales di perusahaan produk savety shoes gitu. Kantornya di Jakarta Selatan. Dari ucapan si Bapak HRD itu, yang aku ingat kira-kira begini,

“Nanti, kalau si pihak pabrik ngajakin buat karaoke atau makan-makan oke-in aja, yah. Mereka memang gitu, tapi kalau tembus barang kita, lumayan lho.”

Aku? yo wis mesem-mesem ae lah.. XD

“Kan secara itu sepatu buat pabrik, setahu gue savety shoes itu pasti laki-laki kebanyakan yang pakai. Terus ini kan gue berhijab. Gimana jadinya ya Pak, hallo?”

Sudah gitu si HRD tuh pakai curhat masalah pribadi, anaknya ada berapa, usianya, kuliah di mana, sampai utang budi dan gosip salah satu karyawan yang dia rekrut, kelihatannya bangga banget lah si doi udah bantu. Entah motifnya apa si Bapak HRD cerita begitu, mungkin mau bilang gini kali?

“Udah… lagi butuh duit kan lu? Sini gue bantu…”

🤣

6 comments

  1. Kalo aku obrolan yang seru itu pas sarapan, wkwk.
    kalo makan siang kadang manajemen suka iseng, makan siangku ga boleh ngobrol karena lg covid gini hiks 😦
    Palingan ngobrol siang itu di masjid abis sholat.
    Biarpun kocak juga sih, ghibahin orang di masjid 🤣

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s