Anak Pungut

Jadi ceritanya sekitar dua minggu lalu, gue kejatuhan rezeki nomplok di subuh buta. Pas lagi buang sampah di depan garasi, tiba-tiba ada suara nyaring ngeong2 anak kucing.

Yah… Ini sudah yang ketiga kali gue menemukan anak kucing nyasar ke rumah. Entah darimana anak kucing yang seukuran genggaman tangan itu bisa nyasar di depan pagar rumah gue. Sendirian. Nggak ngerti itu kemana induknya. Apa ada yg sengaja taruh depan rumah gue, karena tahu gue senang sama kucing, ya??

Hemm..

Oke. Anggaplah ini rezeki ya.

Akhirnya seteleh gue panggil2 tuh anak kucing..Dengan bahasa kucing dong tentunya (jangan tanya gimanaπŸ˜…), dia samperin gue. Badannya kuuruuuus banget. Karena badannya yang kurus itu, kepala si kucing jadi terlihat lebih gede daripada badannya. Matany penuh belek, yang sebelah kiri malah hampir setengah merem ketutupan belek. Terus mulutny bau, bau banget! Mal nutrisi parah. Pokoknya kasihan dan seramlah..πŸ˜₯

Oh, tenang. Karena gue pernah menghadapi penampakan kucing sakit yang lebih menyeramkan daripada mata anak kucing penuh belek, dan mulut bau, buat gue ini sih hal kecil.

Sepele.

Akhirnya gue ajak masuk tuh bocahnya. Nurut lah, mau kemana lagi dia kan. Haha.

Pertama-tama gw bersihin dulu matanya pakai kapas basah, dibasahi air hangat. Terus gue kasih makanan basah sesendok. Untungnya dia masih mau makan. Gw tambahin vitamin khusus kucing sedikit. Alhamdulillah mau makan. Karena gue takut dia bawa virus kayak yang udah2 kejadian. Akhirny sementara gue pisahin dulu di kardus. Biarin dah pee dan pup di sana.

Kenapa enggk di kandang? Ya karena gue gak punya kandang. Dulu setahun yg lalu sempet punya, tapi akhirnya gue kasih orang karena jarang dipake. Sekarang butuh jadilah beli lagi. Pesen online karena harganya jauh lebih murah dan kandangnya lebih besar. Mana sempat salah alamat pengiriman pulak.. πŸ˜‚

Baca ceritanya di sini:Tidak Ingin Disalahkan

Malamnya gue beli suntikan ukuran satu mili dan juga susu kucing yang sachet. Hem..btw gue berterima kasih sama produsen susu ini. Karena selain murah. Ini sangat membantu kitten yang ditinggal induknya, sedangkan masih butuh susu.

Lucunya anak kucing ini punya buntut yang pendek hampir gak kelihatan. Dan.. Inilah penampakan setelah beberapa hari di rumah.

Karena lucu kayak buntelan kapas gitu, akhirnya gue kasih nama Buntil.

Sekarang gue pusing karena mendekati lebaran pasti ada acara mudik. Biasanya gue mudik selama tiga hari. Kalau nanti gue pulkam yang kasih susu dan makan Buntil siapa, dong? 😦

Tuhan.. dimanakah gerangan hamba bisa titipkan Buntil selama tiga hari nanti?

2 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s